LOKOMOTIVEAPPAREL
Konsultasi Gratis
Semua Artikel
PanduanTeknik

Sablon atau Bordir? Beda Hasil, Beda Umur Pakai

Tim Lokomotive Apparel13 Agustus 20262 menit baca

Dua teknik ini sering dibandingkan seolah salah satunya lebih unggul. Padahal keduanya menyelesaikan masalah yang berbeda.

Bordir unggul di logo kecil

Bordir memakai benang yang dijahit ke kain, jadi hasilnya timbul dan tidak bisa retak atau mengelupas. Untuk logo di dada kiri polo shirt atau kemeja kerja, bordir hampir selalu pilihan yang benar. Umurnya sama panjang dengan umur kainnya sendiri.

Batasannya: bordir tidak bisa menampilkan gradasi warna atau detail yang sangat halus. Tulisan di bawah ukuran sekitar 5 mm akan menggumpal jadi tidak terbaca.

Sablon unggul di desain besar dan berwarna

Sablon bisa mencetak apa saja — foto, gradasi, garis tipis, desain yang menutupi seluruh punggung. Biayanya juga jauh lebih ringan untuk area cetak besar.

Batasannya: sablon adalah lapisan di atas kain, jadi ia bisa retak kalau dicuci dengan cara yang salah. Sablon yang dikerjakan benar dan dirawat benar tetap bertahan bertahun-tahun, tapi ia tidak bisa mengalahkan bordir dalam soal ketahanan mentah.

Cara memutuskannya

Tanya tiga hal:

  • Desainnya lebih besar dari telapak tangan? Sablon.
  • Ada gradasi warna atau foto? Sablon.
  • Logo kecil di seragam yang dipakai tiap hari? Bordir.

Boleh dipakai bareng

Kombinasi yang paling sering kami kerjakan: bordir untuk logo di dada, sablon untuk desain besar di punggung. Pemesan mendapat ketahanan di bagian yang paling sering bergesekan, dan kebebasan desain di bagian yang paling terlihat.

Merawatnya

Untuk sablon: balik kaosnya sebelum dicuci, jangan direndam pemutih, jangan disetrika langsung di atas sablonnya. Tiga hal itu saja sudah menggandakan umurnya.

Untuk bordir: praktis tidak butuh perlakuan khusus, cukup hindari menyikat bagian bordirnya.

Punya Rencana Bikin Apparel?

Ceritakan kebutuhan Anda — bahan, jumlah, dan tanggal dibutuhkan. Kami bantu susun penawarannya.

Mulai Konsultasi